Home Seminar Mengenal, Mencegah dan Mendeteksi Dini Kanker serviks
 

Ikut Berpartisipasi

Mari sukseskan program-program KHARISMA dengan partisipasi Anda melalui Nomor Rekening :

Bendahara KHARISMA

Septi Panca Sakti
Konto Nr. 161 91 54
BLZ  613 700 24
Deutsche Bank Aalen

Kharisma di Facebook

Sahabat Kharisma

Ikut Milis Kharisma

Tempat sahabat-sahabat KHARISMA berbagi, bertukar pikiran, wawasan, pengalaman dan ilmu pengetahuan.

 

Kegiatan seminar KHARISMA merupakan kontribusi KHARISMA dalam membantu mencerdaskan perempuan Indonesia. Acara seminar KHARISMA senantiasa menghadirkan pakar-pakar ilmu di bidangnya. Tujuannya mendorong pengembangan potensi perempuan Indonesia di seluruh dunia.

Seminar Online diadakan secara rutin minimal 2 bulan sekali. Sedangkan jenis seminar lainnya, Seminar Milis dan seminar darat, selalu diusahakan untuk diselengarakan minimal setahun sekali. Tema yang dibawakan sangat beragam, mulai dari masalah pengembangan diri wanita, kesehatan wanita, sekolah dan karir wanita, wanita sebagai ibu, juga wanita sebagai manager dalam keluarga.

Tertarik  dengan masalah tertentu? Kirimkan ide dan masukan Anda ke humaskharisma[at]yahoo.de

Mengenal, Mencegah dan Mendeteksi Dini Kanker serviks PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 31 December 2009 19:29
Resume Seminar Online Desember 2009
Nara sumber: dr. Prita Kusumaningsih, Sp.O.G

Hari minggu tepatnya tanggal 20 desember 2009 yang lalu, KHARISMA Woman& Education kembali menggelar seminar online. Acara ini merupakan program rutin KHARISMA yang dilaksanakan satu kali setiap dua bulan. Seminar kali ini bertemakan tentang Mengenal, Mencegah dan Mendeteksi Dini Kanker serviks. Menurut hasil penelitian, kanker serviks atau yang dikenal dengan kanker mulut rahim ini adalah jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indonesia, dan kedua di negara-negara maju. Oleh sebab itu KHARISMA Woman & Education ingin berbagi memberikan sedikit pencerahan untuk wanita indonesia khususnya wanita Indonesia yang ada di jerman dan sekitarnya tutur Helda Agustina, ST selaku ketua divisi Aktivitas KHARISMA.

Ibu dr. Prita Kusumaningsih, Sp.O.G selaku nara sumber seminar mengawali penjelasannya tentang perbedaan tumor dan kanker. Tumor merupakan benjolan atau pertumbuhan baru yang timbul dibagian manapun dari tubuh kita. berdasarkan sifatnya, tumor di bagi dua yaitu pertama tumor jinak yang sifat pertumbuhannya lambat dan tidak merusak jaringan sekitarnya. Misalnya tahi lalat atau jerawat. yang kedua adalah tumor ganas atau disebut juga kanker, sifat pertumbuhannya sangat cepat bisa dalam hitungan minggu dan merusak jaringan sekitarnya. Sifat kanker yang cukup spesifik adalah bahwa sel-sel kanker dapat menyebar ke tempat yang jauh. Kanker serviks, sel-sel kanker dapat menyebar hingga ke otak, tulang, paru-paru dan hati melalui kelenjar getah bening yang disebut juga dengan metastasis.

Wanita yang berpotensi besar menderita kanker serviks ini adalah para wanita yang banyak melakukan hubungan seksual di usia muda dan wanita yang sering berganti-ganti pasangan. Dari hasil penelitian penderita kanker seviks ini juga banyak yang berasal dari sosial ekonomi lemah. Perokok aktif atau pasif juga memiliki potensi menderita kanker servik ini.

Dalam penjelasannya juga, Ibu Direktur RSIA Jakarta Islamic Hospital ini menyampaikan bahwa sampai saat ini menurut penelitian mutakhir penyebab kanker serviks yang utama diduga adalah virus Human Papilloma tipe 16, 18 dan 52 dan virus Herpes Simplex. penyebab lainnya adalah Chlamydia, Mikoplazma, Komplemen Histon dan Semen Alkalis.

Pada stadium awal tidak terdapat adanya gejala yang ditimbulkan dan sel-sel kanker tidak dapat diamati dengan mata telanjang, sehingga banyak penderita yang diketahui setelah stadium lanjut (stadium 2 ke atas) pada saat terjadinya gejala yang berupa keluarnya cairan yang berbau busuk, pendarahan setelah hubungan seksual dan pegel di perut bagian bawah. Jika dilihat dengan mata telanjang, kanker tumbuh seperti bunga kol. Seperti sifat bungan kol yang rapuh, bila digosok dengan tangan maka bunga kol akan jatuh berhamburan. Begitu juga dengan kanker ini, sangat rapuh. Bila terkena sentuhan disaat berhubungan seksual misalnya, maka kanker akan rontok dan berdarah bahkan bisa terjadi pendarahan yang memerlukan perawatan.

Penderita kanker serviks harus melakukan terapi. Terapi kanker serviks termasuk terapi yang sangat maju perkembangannya. dan penerapannya tergantung dari stadium yang diderita, usia penderita, paritas, jumlah anak karena ada yang masih ingin punya anak, sosial ekonomi dan Fasilitas pengobatan di daerah tersebut. Jenis Terapi yang mempertahankan rahim bagi penderita yang masih ingin punya anak disebut Konisasi,  yaitu pemotongan bentuk kerucut pada mulut rahim dan terbatas pada derah yang terinfeksi saja sehingga fertilisasi masih dapat dipertahankan. Masih banyak jenis terapi lainnya misalnya Koagulasi (Elektro), Krioterapi, hingga proses operasi pengangkatan keseluruhan rahim termasuk dua indung telur sehingga langsung terjadi monopouse yang disebut juga dengan Histeriktomi Radikal. Setelah operasi dilanjutkan dengan Kemoterapi. Terapi tahap akhir  adalah Paliatif diterapkan pada stadium sangat lanjut dimana dapat dikatakan bahwa penderita sulit untuk disembuhkan. Tujuan terapi hanya untuk membantu penderita mengurangi rasa sakit dan menghentikan pendarahan.

Sifat lain dari kanker serviks ini adalah dapat dideteksi dini dan bila diketahui pada stadium awal maka kanker ini 90 % bisa diobati. Oleh sebab itu Ibu kelahiran Surabaya yang merupakan  dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan di beberapa rumah sakit di jakarta ini meyarankan pada wanita indonesia di manapun berada untuk melakukan tindakan pecegahan dengan melakukan deteksi dini. Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara Pap Smear yang dilakukan rutin setahun sekali, selain Pap Smear deteksi dini dapat dilakukan dengan cara Pap Net, Thin Prep dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yaitu pemeriksaan dengan asam asetat 4%.

Diakhir penjelasannya, Ibu Kepala bidang pelayanan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia ini menjelaskan bahwa untuk melakukan pencegahan, saat ini sudah ada vaksinasi untuk virus Human Papilloma dan virus Herpes Simpleks. Sehingga faktor utama penyebab kanker ini dapat diatasi.

Pertanyaan dan Jawaban :

1. Apakah effek samping dari vaksinasi kanker serviks untuk tubuh?

Jawab : Vaksin ini baru berkembang, masuk ke indonesa sekitar juni 2009. Sampai saat ini efek samping yang diketahui dari vaksinasi ini masih bersifat lokal, yaitu rasa nyeri pada tempat suntikan. Menurut pernyataan dari perusahaan vaksinansi ini, mereka merekomendasikan vaksinasi ini mulai diberikan mulai pada usia 10 tahun.

2. Berapa lama kira2 kanker tersebut berkembang dari stadium 0 ke stadium satu atau dari stadium satu atau ke stadium dua?

Jawab : Waktu berkembangnya sel dari pra kanker atau stadium 0 ke stadium satu kira-kira sekitar 20 tahun. sedangkan setelah stadium satu menuju stadium selanjutnya sangat cepat seperti kanker-kanker lainnya.

3. Apakah Kanker Servik juga bisa disembabkan oleh pihak suami yg disebabkan dari kristal urin yg tersisa diujung Penis dikarnakan Sang Suami tidak disunat

Jawab : Dulu ada dugaan ke arah itu, karena ada penelitiaan kanker serviks yang menyatakan bahwa wanita muslimah jarang yang terkena kanker serviks. Namun saat ini kenyataannya, di indonesia yang rata-rata lakinya disunat, angka penderita kanker servik sangat tinggi. Jadi teori ini sudah tidak dipakai lagi. Akan tetapi saat ini pemicu untama kanker serviks adalah virus papilloma.

4. Apakah penggunaan Anti Babypil dari usia remaja dapat menyebabkan Kanker Servik? Karena di Jerman, Remaja Wanita sudah mengkonsumsi Pil KB sejak mendapatkan Mensturasi pertama & langsung mendapatkan Vaksin Anti Kanker Servik.

Jawab : pemberi an vaksin anti HPV dikarenakan gaya hidup yang menghalalkan hubungan seksual pra nikah dan sejak usia dini. Suatu kondisi yang amat berisiko untuk terjadinya kanker serviks. Adapun kejadian kanker serviks di negara barat lebih rendah dari di negara berkembang sangat dimungkinkan dari sistim deteksi dini yang sudah berjalan dengan baik.

5. Di negara berkembang masih banyak rakyat yang hidup dengan ekonomi yang rendah yang tentunya berhubungan dengan konsumsi makanan mereka. Apakah kondisi gizi yang buruk dapat memperbesar resiko terkenanya kanker serviks?

Jawab : Penyebab utama kanker saat ini disinyalir adalah virus. Dan virus akan mati dengan sendirinya jika daya tahan tubuh seseorang tinggi, yang tentunya gizi juga menjadi pendukung untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang tinggi. Selain itu juga kebersihan alat kelamin yang kadang masih terabaikan oleh masyakrakat yang kurang berpendidikan atau dari kalangan ekonomi lemah. Ditambah lagi deteksi dini (pap smear) belum menyentuh masyarakat lapis bawah.

6. Secara anatomi seorang wanita, apakah remaja yg baru mendapatkan haid pertama belum siap untuk melakukan hubungan seksual sehingga rentan terinfeksi.

Jawab : Semenjak memperoleh haid yang pertama (menars) berarti hormon reproduksi seorang wanita sudah mulai berfungsi. Dengan sendirinya, dia sudah bisa hamil dan melahirkan. Namun perkembangan fisik tidak selalu sejalan dengan psikologis. Karena masih labil, remaja bisa saja mengabaikan kebersihan organ-organ intimnya sehingga rawan terkena infeksi. Demikian juga, tulang-tulang panggul belum mencapai pertumbuhan optimal sehingga kasus persalinan dengan penyulit cenderung meningkat

*dituliskan kembali oleh: Yumilda Hanifah
**gambar diambil dari sini

Tautan:

Hand out presentasi dr. Prita

Last Updated on Monday, 01 February 2010 06:01
 
 

Kolom BSI

Al Quran sebagai way of life umat Islam memuat jawaban atas segala permasalahan. Namun, ada yang luput dari perhatian. Al Quran juga membahas konsep Emotional Quotient (EQ) dalam sejumlah ayatnya. Ayat mana saja? Buku ini membahas beberapa ayat mengenai EQ yang diulas dalam bahasa yang mudah dimengerti dan aplikatif.

Selengkapnya di: bsikharisma.multiply.com

Kolom Apresiasi

KHARISMA sebagai lembaga yang memiliki perhatian dalam bidang pendidikan, pada tanggal 25 Juni-30 Juli 2009 menyelenggarakan Kursus Bahasa Jerman online yang dipandu oleh seorang trainer yang ahli di bidangnya, Mbak Nastiti Amiranti. Walaupun kursus bahasa diselenggarakan secara Online, tetapi minat dan antusias peserta begitu besar karena mbak Tia membawakan kursus tersebut dengan sangat menarik. Kursus yang diikuti oleh peserta dari Jerman dan Indonesia ini terselenggara dengan sukses. Hal ini terbukti dengan kemajuan pesat yang dialami peserta dalam mempelajari bahasa Jerman setelah mengikuti kursus.